Panggung dan Penghargaan untuk Jamu Gendong

Acaraki Fun Walk

Sebagai wujud apresiasi dan penghormatan kepada ibu jamu gendong, acaraki menggelar festival jamu Nusantara bertajuk acaraki Jamu Festival. Berbeda dengan konsep festival jamu pada umumnya, festival ini secara khusus memberikan panggung dan penghargaan kepada ibu jamu gendong sebagai garda terdepan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus merawat kesehatan masyarakat Indonesia.

Dalam menghadirkan Angtronic, acaraki berkolaborasi dengan Lukman Sinara dari Studio Sinten. Perpaduan tradisi dan teknologi modern ini mengintegrasikan sistem robotik dalam proses pengembangannya. Robot dirancang agar dapat bergerak secara otomatis dan dinamis melalui sensor khusus.

Merayakan Peran Ibu Jamu

Kegiatan Fun Walk Jamu Gendong diselenggarakan sebagai simbol apresiasi perjuangan ibu jamu gendong. Berbeda dengan fun walk pada umumnya, para peserta mengenakan caping dan membawa bakul jamu yang diisi dengan berbagai produk acaraki. 

Peserta fun walk berjalan sejauh 2,5 kilometer bersama ibu jamu gendong, menyusuri rute dengan ritme yang merepresentasikan aktivitas ibu jamu gendong sehari-hari.

Selain fun walk, berbagai kegiatan lain turut digelar untuk memberi ruang ekspresi bagi para ibu jamu gendong, mulai dari parade jamu, lomba kreasi jamu, hingga kompetisi desain busana bertema jamu. 

Dalam parade jamu gendong, para ibu jamu gendong tampil layaknya di panggung peragaan busana, memperagakan keluwesan dalam membawa bakul dan menyajikan jamu dengan anggun. Sementara itu, ada juga kompetisi desain busana yang menampilkan karya couture yang terinspirasi dari sosok ibu jamu gendong sebagai simbol ketekunan dan kearifan lokal.

Festival ini diharapkan menjadi ruang temu lintas generasi yang inklusif untuk merayakan warisan budaya, sekaligus mengenalkan peran ibu jamu gendong dalam kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, festival ini berupaya menginspirasi khalayak agar terus merawat tradisi jamu dan menghidupkan ekosistemnya sebagai bagian dari budaya sehari-hari yang layak dilestarikan.