Melanjut Derap di Laju Zaman

EV Kencana

Electric Vehicle atau EV Kencana dirancang sebagai kendaraan khas Indonesia, ideal untuk menyambut tamu-tamu negara sekaligus menjadi brand kebanggaan nasional. Bentuknya terinspirasi dari Kereta Kanjeng Kyai Grudo milik Keraton Kasunanan Surakarta, yang pernah mengantar Susuhunan Paku Buwana II memindahkan istana dari Kartasura ke Sala pada tahun 1745. 

Prototype pertama EV Kencana 1.0, merupakan hasil kolaborasi acaraki dengan lembaga riset budaya Nusakarsa, RWin selaku pengembang elektrifikasi kendaraan, serta seniman kriya dari UD Kereta Salak Mekar.

Hiasan ornamen budaya lokal semakin mempercantik tampilan EV Kencana dan membuatnya tampak elegan. Salah satu ornamen tersebut adalah Wilwatikta yang merupakan simbol kebesaran Kerajaan Majapahit. Ornamen ini tidak hanya berfungsi sebagai pemanis visual, tetapi juga merepresentasikan falsafah EV Kencana sebagai kendaraan yang lahir dan berakar pada tradisi Indonesia.

Pada bagian pintu, terdapat ukiran motif batik sidomukti yang bermakna kemakmuran dan kejayaan, serta batik kawung yang melambangkan kerja keras, keuletan, dan kejujuran. Di balik setiap ukiran tersebut, tersimpan kekayaan kisah berabad-abad yang terpadu dengan doa dan harapan.

Proses Panjang Sepenuh Hati

Proses mewujudkan EV Kencana membutuhkan waktu yang cukup panjang dan melelahkan namun dikerjakan dengan sepenuh hati. Tahap awal dimulai dari pembuatan rangka kayu yang kuat, lalu dipadukan secara presisi dengan sistem mesin listrik. Mesin yang dipilih pun dirakit dan disesuaikan sesuai kebutuhan, dengan daya tarik layaknya tenaga empat ekor kuda. Hasilnya, sebuah kereta kencana bertenaga listrik yang siap melintasi jalanan Indonesia, membawa jejak tradisi dan budaya ke ruang masa kini. 

EV Kencana merupakan buah dari rasa cinta, ketekunan, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam merawat tradisi dan budaya Indonesia. Pembuatan EV Kencana menjadi langkah awal proses kreativitas berbasis budaya yang memadukan teknologi modern ramah lingkungan dengan kekayaan seni kriya asli Nusantara.