Wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia. Namun, tidak banyak yang menyadari betapa kompleks proses pembuatannya. Salah satu tahapan yang menuntut keuletan tinggi adalah proses menatah wayang kulit. Tahap ini berperan penting dalam menciptakan detail bayangan pada kelir atau layar ketika cahaya blencong dipancarkan. Menghidupkan kesan magis dari bayangan wayang.

Mewarisi Tradisi dengan Menatah
Untuk menghadirkan simulasi pengalaman interaktif dalam proses pembuatan wayang kulit, acaraki mengadakan kegiatan menatah batik dengan media arsiran batik dan alat tatah sederhana. Pengunjung diperkenalkan pada esensi utama menatah yakni kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan. Melalui proses ini, pengunjung seolah-olah diajak merasakan sensasi halus dari tatah sungging wayang kulit yang sebenarnya.
Berbekal media yang sederhana seperti kertas dan alat tatah, pengunjung melakukan simulasi tatah sungging pada selembar kertas yang telah diberi arsiran bermotif cap batik.


Dari setiap tusukan kecil, pengunjung diajak membayangkan betapa tekunnya para empu wayang dalam mengukir detail demi detail demi mencapai hasil yang sempurna. Aktivitas sederhana ini menjadi jembatan dalam menstimulasi rasa ingin tahu generasi masa kini terhadap tradisi agung yang diwariskan lintas generasi, terutama dalam proses menatah layaknya menatah wayang kulit.