Bahasa dan aksara merupakan bukti dari sebuah masyarakat yang berbudaya. Keduanya merupakan penanda bagaimana komunikasi antarmanusia berlangsung dan jejak masa lalu diwariskan. Bangsa Indonesia boleh bangga karena Indonesia memiliki keragaman bahasa dan aksara yang luar biasa. Hampir setiap daerah memiliki sistem bahasa dan aksaranya masing-masing. Keragaman ini menjadi bukti kekayaan nilai budaya yang hidup dan berkembang di Nusantara.

acaraki berkolaborasi dengan Larutan Cap Badak mengingatkan kembali keberadaan aksara daerah di Indonesia. Beragam aksara, mulai dari Jawa, Bali, Batak, Sunda, hingga Lontara, diperkenalkan kepada generasi muda. Upaya ini menjadi bentuk kepedulian acaraki dalam melestarikan aksara daerah yang perlahan mulai terpinggirkan seiring berkembangnya teknologi.
acaraki menyadari bahwa ancaman kepunahan aksara Nusantara perlu dicegah sejak dini. Beragam upaya dapat dilakukan, mulai dari dokumentasi digital, pengajaran di sekolah, hingga memasyarakatkan kembali penggunaannya dalam konteks kekinian.

Pelestarian aksara Nusantara bukan sekadar untuk memahami kekayaan budaya dan sejarah masa lalu, melainkan untuk memastikan tradisi dan identitas bangsa Indonesia terus diwariskan dan relevan seiring perkembangan zaman.
Upaya Membumikan Aksara
Sebagai bentuk konkret pelestarian aksara Nusantara, acaraki dan Larutan Cap Badak menghadirkan program revitalisasi aksara Nusantara melalui kemasan Larutan Cap Badak edisi khusus Dasa Windu.

Dalam rangkaian kegiatan ini, pengunjung dapat mencetak label bertuliskan nama mereka yang telah dialihaksarakan ke dalam berbagai aksara daerah, seperti Jawa, Batak, Sunda Kuno, Bugis (Lontara), Rejang, dan Pegon. Label tersebut kemudian ditempelkan pada kemasan Larutan Cap Badak edisi Dasa Windu.